Baby and family collection for heath and all everything

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, 27 December 2008

Bahu Kuat Tubuh Tegap

woman activeMEMILIKI bahu kuat dapat membuat tubuh terlihat tegap. Saat "si dia" mendaratkan pelukannya di bahu, Anda pun tak ragu untuk menopangnya.

Tubuh bagian atas sangat penting untuk menunjang penampilan. Bahu yang lebar dan kuat membuat kita terlihat tegap, pun lebih mudah dalam berpakaian. Kita pun tak perlu repot menambah busa pada jaket agar terlihat bidang.

Latihan otot bahu, tak hanya bermanfaat untuk melatih keseimbangan badan, tapi memperlancar sirkulasi darah yang memengaruhi metabolisme tubuh. Bahkan, latihan ini sangat menunjang olahraga yang menggunakan tangan seperti bola basket, golf, hingga tinju.


Meski yang dilatih otot bahu, secara otomatis otot tubuh bagian atas juga ikut terlatih. Khusus otot bahu sendiri ada tiga bagian yang perlu dipahami, yakni otot bahu depan, otot bahu samping, dan otot bahu bagian belakang. Ketiga bagian inilah yang harus dilatih baik satu persatu maupun gabungan.

"Serupa dengan latihan bagian tubuh lainnya, program latihan yang diberikan berprinsip pada gerakan mengangkat (raises) maupun menekan (presses). Alat yang digunakan biasanya dumbbell, barbell, ataupun kabel gym (mesin)," sebut Fitness Center Manager The Financial Club Fitness Jakarta Beni Mustofa.

Otot yang membentuk bahu Anda disebut deltoid. Otot ini terdiri atas tiga kumpulan serabut otot. Meski masing-masing berpangkal di titik yang berbeda, ujungnya bertemu di satu tempat, yakni lengan atas.

Antenor deltoid berpangkal di bagian depan bahu, menempel pada tulang selangka. Fungsinya membantu mengangkat lengan ke atas,ke depan, serta memutar lengan ke arah dalam.

Posterior deltoid terletak di bahu bagian belakang dan menempel pada tulang belikat. Gunanya untuk menggerakkan lengan ke arah belakang dan memutar lengan ke dalam. Sementara lateral deltoid terletak di antara posterior dan antenor. Berfungsi menggerakkan lengan ke arah samping dan membantu posterior dan anterior.

Terakhir, ada trapezius yang terletak di belakang leher dan bahu. Fungsinya untuk menggerakkan tulang belikat, menahan, meninggikan, dan menurunkan bahu, serta meregangkan leher. Dalam metode mengangkat beban, berat beban bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda. Atau bisa juga menggunakan cara hitung sederhana dari menghitung beban yang bisa diangkat.

Kuncinya, berat beban berjumlah 25%- 30% dari berat badan Anda. Misalnya berat badan Anda 60 kg, berarti beban minimal yang bisa diangkat sekitar 18 kg. Jika sanggup melebihi beban itu, perlahan bisa ditambahkan sesuai kebutuhan. Begitu pun sebaliknya. Namun, bagi pemula, usahakan untuk memberikan latihan peregangan (warm up) agar otot tidak cedera.

Anda dapat menggunakan latihan treadmill, sepeda statis (spinning), mesin cross trainer, atau peregangan normal lainnya. Lakukan selama lebih kurang 15 menit. Untuk latihan inti cukup diperlukan waktu sekitar 45 menit. Ada beberapa tujuan yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum Anda berlatih. Misalnya menjaga kebugaran, pembentukan otot, atau pembesaran otot (atlet binaraga).

Riset terbaru dari para analis fitnes, untuk lebih merangsang perkembangan otot, lakukan weight program di awal latihan selama 20 menit, lantas lanjutkan dengan latihan kardio pada 20 menit berikutnya. Hal ini sangat berpengaruh, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi berat badan. Dalam 20 menit pertama, latihan akan membakar gula tubuh. Baru kemudian membakar lemak. Latihan pun harus disesuaikan terhadap repetisi maupun set yang dimainkan.

Untuk menjaga kebugaran, disarankan dilakukan dalam empat set dengan jumlah repetisi 12 kali di set satu, 10 kali di set dua, 10 kali di set tiga, dan 8 kali di set empat. Untuk pembesaran otot, menggunakan 10, 8, 8, 6 repetisi. Sementara atlet binaraga memakai 8,8, 4, dan 2 repetisi.

"Semakin kecil repetisinya, semakin besar beban yang harus diangkat. Namun, pemula bisa juga menyesuaikan dengan kemampuan. Dan yang terpenting sesuaikan dengan tujuan yang ingin diraih," sebut Beni. (sindo//nsa)

Source : Okezone.com
Share:

Saturday, 13 December 2008

Manfaat Air Minum

air minumTerapi Energi Air, Menyembuhkan Beragam Penyakit. JANGAN remehkan kekuatan air. Air bisa digunakan untuk menyembuhkan beragam penyakit sebagai pengobatan alternatif.

Terapi energi air Vivari Healing ini menggunakan cairan vivari yang diminum pasien. Praktisi kedokteran asal Bandung, Dr Barki mengatakan, "Terapi energi air adalah salah satu pengobatan alternatif terbaru. Dengan mengandalkan tiga kekuatannya, yakni hidrasi, detoks, dan kemampuan energi balancer selnya yang optimum," jelasnya.
Dia menuturkan, terapi ini bertujuan membuka sumbatan-sumbatan energi dalam tubuh dan memberikan energi baru untuk regenerasi.


"Terapi ini sangat efektif karena dapat bersinergi dengan terapi medis yang sudah ada," ujar dokter yang sudah melakukan pengobatan ini sejak 2004.

Dia juga menjelaskan, air termasuk sumber energi kehidupan atau disebut dengan qi. Dalam kebudayaan tradisional Timur dikenal konsep energi kehidupan ini. Pada dasarnya qi adalah energi kehidupan yang merupakan elemen dasar makhluk hidup.

"Menurut salah seorang pakar kesehatan dari China, Meng Ke, bahwa qi dibutuhkan untuk beraktivitas serta dapat dikendalikan dengan keinginan. Bila dipelihara dengan baik, qi dapat menjangkau keluar tubuh manusia hingga dunia luar," papar Barki.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini menjelaskan, qi merupakan inti dari pengobatan tradisional di China. Diyakini bahwa qi mengalir di dalam tubuh manusia melalui saluran yang disebut jing luo (meridian), dan bila sirkulasi qi terganggu, terhambat, atau tidak seimbang, akan timbul gejala-gejala penyakit. "Untuk mengembalikan keseimbangan sirkulasi qi, digunakan berbagai teknik seperti obat-obatan herbal, qigong, tai chi chuan, dan akupunktur," tutur dokter yang praktik di Mangga Dua Square, Jakarta.

Barki mengatakan, konsep qi masih kontroversial, terutama di kalangan kedokteran Barat karena tidak ada bukti-bukti ilmiah yang dapat membuktikan keberadaannya. Namun, pada 2004, ilmuwan Jerman, Schlebusch, Maric-Oehler dan Popp berhasil membuktikan keberadaan jing luo secara visual langsung di tubuh pasien dengan menggunakan teknik thermal imagery. Struktur jing luo yang berhasil dipindah sama persis dengan struktur saluran energi yang digunakan dalam akupunktur, yang berarti qi memang benar-benar nyata.

"Keberadaan qi berperan penting bagi keseimbangan dan pemulihan 5 organ utama tubuh (hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal) untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan mencegah datangnya penyakit," sebut dokter yang membuka klinik Vivari beberapa bulan yang lalu.

Jika sirkulasi qi terganggu, tersumbat atau tidak seimbang, akan timbul gejala-gejala penyakit. Sumbatan energi ini dianggap menjadi akar dari berbagai penyakit yang ada. Dimulai dari penyakit ringan seperti nyeri kepala, ginjal, kanker, jantung, dan lain-lainnya.

Sementara itu, Ketua International Herbal Center (IHC) Dr H Rusdiyanto SF mengatakan, saat ini di dunia kesehatan terjadi pergeseran dalam hal pemeliharaan kesehatan, dari kuratif menjadi preventif. Artinya, masyarakat cenderung sadar efek bahaya bahan kimiawi pada obat-obatan sintetis. "Maka, masyarakat lebih memilih back to nature untuk menyembuhkan penyakit," sebutnya.
(sindo//tty)
Share:
Custom Search

Iklankan Diri Anda (BARU)

Mau cari kerja
Cari-Kerja
Cari-Lowongan

Anda Butuh Pegawai
Cari Pegawai
Cari-karyawan
Cari-pekerja

Mau Kritik Atau saran
Transportasi Busway
Custom Search